anemia jantung

Penyakit jantung anemia

Penyakit jantung anemia memeng sangat berbahaya karena anemia bisa menikatkan penyakit jantung bertambah parah, maka dari itu kita liat saja lebih jelas penjelasanya di bawah ini.

Anemia atau kurang darah memang tidak termasuk komplikasi langsung dari sakit jantung. Namun menurut penelitian, 1 dari 5 pasien sakit jantung di rumah sakit juga mengalami anemia karena terlalu sering diambil darahnya untuk pemeriksaan.

Makin sering diambil darahnya untuk berbagai jenis pemeriksaan di rumah sakit, makin besar risiko seorang pasien sakit jantung untuk terkena anemia. Setiap pengambilan darah sebesar 50 mL, pasien mengalami peningkatan risiko anemia sebesar 18 persen.

Dr Mikhail Kosiborod, ahli jantung dari St Luke’s Hospital Mid-America Heart & Vascular Institute mengungkap rata-rata pasien jantung diambil darahnya sebanyak 173,8 mL selama dirawat di rumah sakit. Makin lama dirawat, makin sering diambil darahnya.

Dalam penelitiannya yang melibatkan 18.000 pasien di 57 rumah sakit se-Amerika Serikat, Dr Kosiborod menemukan bahwa pengambilan darah yang aman adalah 100 mL. Saat diambil darahnya hingga volume tersebut, pasien belum mengalami peningkatan risiko anemia.

Hasil penelitian juga mengungkap, 20 persen atau sekitar 1 dari 5 pasien sakit jantung mengalami anemia. Gejala yang dirasakan termasuk pusing-pusing biasanya bertahan hingga sebulan kemudian, namun pada beberapa kasus justru makin memburuk.

Dalam laporan penelitian yang dimuat di Archives of Internal Medicine, Dr Kosiborod mengatakan bahwa anemia bisa berakibat fatal karena dapat memicu kematian. Fungsi sel darah merah adalah mengangkut oksigen, sehingga jika jumlahnya berkuang maka organ-organ akan kekurangan oksigen.

“Pengambilan darah di rumah sakit sangat lazim dilakukan, apalagi di Intensive Care Unit (ICU). Masalahnya, sebagian rumah sakit mengambil darah pasiennya lebih banyak dari yang lain,” ungkap Dr Kosiborod seperti dikutip dari Healthday, Selasa (10/8/2011).

Meski berisiko memicu anemia dengan tingkat keparahan sedang hingga berat, Dr Kosiborod tidak bermaksud melarang rumah sakit untuk melakukan tes darah. Hanya saja jumlah darahnya jangan berlebihan, sebisa mungkin saja sampai batas minimal yang dibutuhkan.

Studi lain menunjukkan bahwa anemia kronis menyebabkan penyumbatan di arteri leher, suatu kondisi yang dapat mengakibatkan stroke.

Anemia bisa memperburuk kondisi jantung yang sudah ada. Oleh karena itu, seseorang yang mempunyai riwayat sakit jantung harus mengambil tindakan ekstra terhadap pengembangan penyakit anemia.

Anda juga sebaiknya menyeimbangkan asupan natrium dan kalium. Mineral tersebut sangat penting untuk transmisi impuls saraf. Kurangi juga konsumsi garam bagi Anda yang sering mengalami jantung berdebar.

Jika Anda masih merasa belum cukup, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen herbal seperti Obat sakit jantung yang alamiObat penyakit jantung dari tumbuhan. Read more ... »   atau Sarang Semut. Keduanya dapat digunakan untuk mencegah maupun mengobati gejala penyakit jantung seperti jantung anemia trimakasi.

Post Navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>